Hex bolt adalah baut berkepala segi enam yang dipakai bersama mur dan washer untuk menyambung dua komponen atau lebih pada struktur, mesin, maupun instalasi industri. Bentuknya sederhana, tetapi grade kekuatan, jenis ulir, dan material yang dipilih sangat menentukan keamanan sambungan.
Artikel ini membahas jenis hex bolt, cara membaca grade kekuatan, pilihan material dan finishing, hingga panduan memilih yang sesuai dengan kebutuhan proyek Anda.
Apa Itu Hex Bolt?
Hex bolt terdiri dari tiga bagian utama: kepala heksagonal, batang (shank), dan ulir. Kepala segi enam memudahkan pengencangan dengan kunci pas atau socket dari berbagai sudut, serta mampu menerima torsi yang tinggi. Hex bolt umumnya dipasangkan dengan mur (hex nut) dan washer untuk menghasilkan sambungan yang kuat dan dapat dilepas kembali.
Penggunaan Hex Bolt di Konstruksi dan Industri
Hex bolt termasuk fastener yang paling banyak dipakai karena cocok untuk beragam aplikasi:
- Sambungan struktur baja pada gedung, jembatan, dan menara
- Pemasangan mesin, rangka, dan peralatan industri
- Sambungan pada platform, rak, dan konstruksi pendukung
- Perakitan komponen di industri manufaktur dan otomotif
Jenis-Jenis Hex Bolt
Hex Bolt Ulir Sebagian (Partial Thread)
Hanya sebagian batang yang berulir, sedangkan bagian dekat kepala dibiarkan polos. Bagian polos ini lebih kuat menahan beban geser, sehingga tipe ini banyak dipakai untuk sambungan struktural. Acuan dimensinya adalah ISO 4014 atau DIN 931.
Hex Bolt Ulir Penuh (Full Thread)
Ulir berjalan hampir sepanjang batang hingga ke bawah kepala. Cocok untuk sambungan material tipis atau saat dibutuhkan panjang ulir yang lebih besar untuk penyetelan. Acuan dimensinya adalah ISO 4017 atau DIN 933.
Heavy Hex Bolt
Memiliki kepala yang lebih lebar dan tebal, dirancang untuk sambungan struktur baja berkekuatan tinggi. Dipasangkan dengan heavy hex nut dan washer yang sesuai.
Memahami Grade Kekuatan Hex Bolt
Pada hex bolt metrik, angka di kepala baut menunjukkan property class menurut ISO 898-1. Angka pertama dikalikan 100 menunjukkan kekuatan tarik nominal dalam MPa. Angka kedua dikalikan 10 menunjukkan rasio kekuatan luluh terhadap kekuatan tarik dalam persen.
Contohnya grade 8.8: kekuatan tarik nominal 800 MPa dan kekuatan luluh sekitar 80% dari itu, yaitu 640 MPa.
| Grade | Kekuatan Tarik (nominal) | Kekuatan Luluh (nominal) | Penggunaan Umum |
| 4.8 | 400 MPa | 320 MPa | Beban ringan, aplikasi non-kritis |
| 8.8 | 800 MPa | 640 MPa | Konstruksi umum dan permesinan |
| 10.9 | 1.000 MPa | 900 MPa | Struktur dan mesin dengan beban berat |
| 12.9 | 1.200 MPa | 1.080 MPa | Aplikasi khusus dengan beban sangat tinggi |
Material dan Finishing Hex Bolt
Material
- Carbon steel: pilihan paling umum untuk grade 4.8 dan 8.8
- Alloy steel (heat treated): digunakan untuk grade 10.9 dan 12.9
- Stainless steel: SS304 (A2) untuk lingkungan umum, SS316 (A4) untuk kawasan pesisir dan lingkungan kimia
Finishing untuk carbon dan alloy steel
- Electro plating: proteksi dasar untuk penggunaan indoor
- Hot-dip galvanizing: lapisan zinc tebal untuk outdoor dan lingkungan lembab
- Fluoro carbon coating: perlindungan tambahan untuk lingkungan yang agresif
Untuk grade 10.9 ke atas, metode finishing perlu dipilih dengan hati-hati karena adanya risiko hydrogen embrittlement. Konsultasikan dengan pabrik sebelum menentukan jenis coating.
Cara Memilih Hex Bolt yang Tepat
1. Tentukan Beban dan Grade yang Dibutuhkan
Hitung beban tarik dan geser yang akan ditanggung, lalu pilih grade dengan kapasitas di atas kebutuhan aktual.
2. Pilih Jenis Ulir
Ulir sebagian untuk sambungan yang menahan geser, ulir penuh untuk material tipis atau kebutuhan penyetelan.
3. Sesuaikan Material dan Finishing dengan Lingkungan
Carbon steel dengan galvanis untuk kondisi umum, stainless steel untuk lingkungan korosif.
4. Perhatikan Ukuran dan Panjang
Pastikan diameter dan pitch ulir sesuai, dan panjang baut cukup agar ulir menonjol sekitar dua hingga tiga ulir setelah mur terpasang.
5. Pasangkan dengan Mur dan Washer yang Sesuai Grade
Gunakan mur dengan kelas kekuatan yang cocok, misalnya baut grade 8.8 dengan mur kelas 8 dan baut grade 10.9 dengan mur kelas 10.
6. Pastikan Ada Sertifikasi Material
Minta COO dan COC dari pemasok untuk memastikan material dapat ditelusuri.
Standar dan Sertifikasi Hex Bolt
- ISO 898-1: property class baut baja karbon dan alloy
- ISO 4014 dan ISO 4017: dimensi hex bolt ulir sebagian dan ulir penuh, setara DIN 931 dan DIN 933 yang masih banyak dijadikan acuan
- ISO 3506: spesifikasi fastener stainless steel
- ASME B18.2.1: dimensi hex bolt ukuran inci
- ASTM A307 dan ASTM F3125: spesifikasi baut baja untuk aplikasi umum dan struktural
Hex bolt berkualitas seharusnya dilengkapi Certificate of Origin (COO) dan Certificate of Conformity (COC) sebagai bukti ketelusuran material.
Hex Bolt dari Karunia Utama
Karunia Utama adalah pabrik fastener sejak 2015 yang memproduksi hex bolt sesuai standar ASTM, DIN, ASME, ISO, dan JIS, lengkap dengan sertifikasi COO dan COC. Tersedia pilihan material carbon steel dan stainless steel dengan finishing Electro Plating, Hot-Dip Galvanizing, dan Fluoro Carbon Coating.
Untuk melengkapi sambungan, kami juga menyediakan Hex Nut dan Flat Washer, serta Anchor Bolt, Stud Bolt, Eye Bolt, U-Bolt, TC-Bolt, Span Screw, Turnbuckle, Clamp Bolt, Clamp Grating, dan Wire Mesh. Untuk ukuran khusus atau spesifikasi non-standar, tim kami siap membantu merancang solusi yang sesuai.
Kesimpulan
Hex bolt yang tepat ditentukan oleh tiga hal: grade kekuatan sesuai beban, jenis ulir sesuai kebutuhan sambungan, serta material dan finishing sesuai lingkungan. Pasangkan selalu dengan mur dan washer yang sesuai grade, dan pilih pabrik yang menyertakan sertifikasi material yang valid.
Siap memulai proyek Anda? Kirim spesifikasi anchor bolt yang Anda butuhkan ke tim Karunia Utama di +62 857-7228-2180 atau cs.karuniautama@gmail.com, dan dapatkan penawaran sesuai kebutuhan proyek Anda.
